Kamis, 25 Agustus 2016

Tangkal Isu Perbedaan, Muhammadiyah dan NU Perkuat Kerjasama

JAKARTA – Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama di bidang amil zakat, infak, dan sedekah. Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat hubungan kedua organisasi tersebut.

Keterangan itu disampaikan Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), Andar Nobowo, saat menghadiri pertemuan yang membahas program kurban bersama di Restoran Sate Senayan Salemba, Jakarta Pusat.

Andar menuturkan, kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu terkesan berseberangan atau selalu berbeda, terutama persoalan penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal sebagai hari raya Idul Fitri. Oleh karena itu, Lazismu akan menjalin kerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau NU Care-Lazisnu.


"Bukan hanya kurban, melainkan momen yang sangat bagus. Kemitraan kita dapat memberikan pesan yang positif terhadap persatuan umat Islam, terutama Muhammadiyah dan NU, yang selama ini dihadap-hadapkan persoalan khilafiah (perbedaan)," tutur Andar, Rabu (3/8/2016).

Ia menilai Lazismu dan NU Care-Lazisnu mempunyai visi serta tujuan yang sama. Kedua organisasi itu dapat bermitra menjalin kerjasama membangun bangsa dan menjaga kehamonisan Indonesia.
Ia juga berharap kerjasama kedua organisasi berlanjut ke program-program yang lainnya, seperti program sosial, ekonomi kreatif, dan advokasi.

"Lazismu dan Lazisnu bisa kerjasama karena bahasa kita sama, kemanusiaan, bahasa filantropi zakat, infak, dan sedekah terkait kemanusiaan. Karena Indonesia tanpa adanya Muhammadiyah dan NU bisa jadi tidak semaju sekarang, tidak seharmoni sekarang," pungkas Andar.

0 komentar:

Posting Komentar