Tampilkan postingan dengan label Jombang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jombang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2016

Membanggakan !!! Kader Tapak Suci Jombang Juara 3 Dunia Pencak Silat


WARTAMU, JOMBANG  - Eko Febrianto yang beberapa bulan lalu memberikan kebanggan yang luar biasa terhadap warga Jombang dan Muhammadiyah khususnya akan keberhasilannya meraih medali emas di PON XIX cabang Pencak Silat di Bandung Jawa Barat.

Kini Eko Febrianto kembali memberikan kebanggan yang lebih kepada warga Jombang dan Muhammadiyah Jombang dengan meraih Juara ke 3 Dunia di Kelas J pada World Championship and Festival Pencak Silat yang dilaksanakan di Bali.

Ketua Pimda 030 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Jombang Hadi Nurohmat mengatakan "Syukur Alhamdulillah, Selamat untuk Atlit Eko Febrianto semoga bisa menjadi motivasi bagi atlit yang lain untuk mengikuti jejaknya".


Pasca PON XIX Eko langsung digiring untuk seleksi ke kejuaraan dunia Pencak Silat oleh IPSI.

"Yang bisa ikut ke kejuaraan dunia hanya satu yaitu melalui Seleksi Nasional best of the best diambil dari juara PON, juara Kejurnas, juara Asean University Game". Ucap Eko.

Eko bercerita persiapan kejuaraan dunia ini terhitung sangat mepet hanya satu bulan mulai dari Awal November  dan awal Desember mulai pertandingan.

Eko Febrianto yang juga merupakan guru Penjaskes di SMP Muhammadiyah 1 Jombang ini mengatakan "pertandingan ini sangat berat, Melawan Algeria dan United Kingdom saat penyisihan dan di semifinal melawan Singapura kalah 3-2 dan saya mendapatkan juara 3".

Motivasi Eko Febrianto shingga bisa seperti ini adalah ingin membuat bangga orang tua, keluarga, Almarhum Pak Wasim, Pelatih dan masyarakat Indonesia.

"Yang memotivasi saya hingga seperti ini adalah ingin membuat bangga kedua orang tua, keluarga, Almarhum guru silat saya Pak Wasim, Pelatih dan masyarakat Indonesia.

"Alhamdulillah Bisa mengharumkan merah putih di kancah dunia, dan bangga karena bisa menjadi perwakilan Indonesia di kancah dunia." Pungkas Eko. (*)



Minggu, 04 Desember 2016

Peringati Hari Difabel Internasional, SDM Adakan Aksi


WARTAMU, JOMBANG - 3 Desember merupakan diperingati hari difabel/disabilitas Internasional (International Disability Day ). Tak ketinggalan dengan organiasi Suara Difabel Mandiri (SDM) yang pada pagi ini menadakan peringtan  hari Disabilitas (HDI)  pada saat Car Free day.pada acara ini masyarkat umum diajak untuk belajar menyanyikan lagu indonesia raya dengan bahasa Isyarat. kata  perkata diajarkan secara bagus oleh Irish Sofiyah yang merupakan anggota SDM tuna rungu. Iriish yang masih duduk di SMALB Muhammadiyah ini dibantu Muhammad Khanafi yang merupakan pengurus SDM.  Kurang dari 20 menit masyarkat yang mengikuti Hari Difabel Internasional ini bisa menanyikan lagu Indonesia raya dengan bahasa isyarat.  Tak  hanya itu saja. masyarakat yang mengikuti Car Free day diajak untuk menandatangani petisi  "Jombang Ramah Difabel".

Penyandang disabilitas memiliki  kedudukan, hak, kewajiban dan peran yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang penyandang cacat yang telah diratifikasi dengan UU Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Ratifikasi Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas.

Sementara di Provinsi Jawa Timur sendiri juga terdapat perda yag diharapkan mampu menjadi pedoman dan acuan bagi pemerintah dan masyarakat untuk bisa berlaku adil pada penyandang disabilitas. Seperti halnya yang tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor  3  Tahun  2013 TentangPerlindunganDan Pelayanan Bagi Penyandang Disabilitas  Pasal 8 ayat 1yang menyatakan bahwa Setiap penyandang disabilitas mempunyai kesamaan kesempatan dalam bidang: a.pendidikan; b. ketenagakerjaan dan usaha; c. kesehatan; d. olahraga;  e. seni budaya; f. pelayanan publik; g. bantuan hukum; dan h. informasi yang masih dipertegas kembali dengan ayat ke-2 yaitu Kesamaan kesempatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib diberikan dengan pelayanan khusus.
               
Kuatnya payung hukum yang melindungi penyandang disabilitas dari berbagai lapisan, nampaknya masih belum diimbangi dengan sarana, dan fasilitas yang mendukung banyaknya payung hukum yang ada. Pada  kenyataannya penyandang disabilitas (difabel) masih kerap dianggap sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.


Bukti yang paling nyata, di Jombang sendiri contohnya adalah masih terbatasnya pekerjaan bagi penyandang disabilitas, minimnya fasilitas-fasilitas umum yang bisa mempermudah  mereka, akses jalan yang tidak aman bagi mereka, masih minimnya pendidikan yang bisa di akses oleh mereka, terlebih lagi masih sangat terbatasnya tenaga pendidik bagi Sekolah Luar Biasa (SLB), dan masih banyak lagi diskriminasi-diskriminasi yang memunculkan ketidakaadilan bagi penyandang disabilitas. Tidaknya hanya berupa diskriminasi, tidak sedikit kekerasan, baik yang menyangkut kekerasan fisik, kekerasan psikis, maupun pelecehan seksual kerap terjadi pada mereka. Berdasarkan data yang masuk di Women Crisis Center (WCC) Jombang pada tahun 2015 mencatat bahwa ada 2 penyandang disabilitas yang ada di Jombang mengalami kekerasan seksual. Kejadian ini, adalah sebagian kecil dari kurangnya sarana dan fasilitas yang menunjang bagi penyandang disabilitas untuk bisa memperoleh pendidikan kesehatan reproduksi bagi mereka.

"Pada peringatan hari disabilitas atau difabel Internasional ini, kami mengajak masyarakat untuk menandatangi petisi Jombang Ramah Difabel" Ucap Denis Sugiantoro, ketua Panitia.

"Kami menginginkan fasilitas publik yang ramah difabel, seperti gedung pemerintahan, parkir khusus difabel, masjid yang ramah difabel serta layanan publik lainya" ucap Denis.

"Kabupaten Jombang pada tahun 2015 mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten HAM, harusnya hak-hak penyandang difabel juga harus diperhatikan. karena hak-hak difabel adalah hak asasi manusia" ucap Achmad Fathul Iman , Direktur SDM. (*)

Rabu, 19 Oktober 2016

SSR TB Care 'Aisyiyah Jombang Adakan Orientation of Treatment Observers





WARTAMU, JOMBANG -  Pasca melaksanakan Audiensi dengan Bupati Jombang (17/10/2016) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (DPA) Kabupaten Jombang melaksanakan agenda pelatihan bagi Pengawas Menelan Obat (PMO) untuk keluarga pasien TB, Kamis (20/10/2016).
Dilaksanakan pada 20 s.d. 21 Oktober 2016 di Cafe Dhuha Service Jl. KH. Hasyim Asyari No. 88 Jombang, dengan diikuti kurang lebih 40 peserta yang siap menjadi relawan PMO.
Agenda ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi PMO agar terampil dalam berkomunikasi dengan pasien TB, dan mampu mengawasi pengobatan pasien hingga dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan.

Sulaila Hambali selaku pemateri dan juga pengurus Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Jombang menerangkan Komunikasi yang baik sangat diperlukan oleh PMO agar pasien tidak salah dalam meminum obat.
“Berdasarkan Qur’an Surat Maidah ayat 32, barang siapa membunuh seseorang manusia seolah olah telah membunuh semua manusia, barang siapa memelihara seorang manusia seolah olah telah memelihara semua manusia. Menyelamatkan 1 Pasien Tb sama dengan menyelamatkan semua orang, karena TB itu menular,” terang Sulailah.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan 2 kelas A dan B, dan juga didampingi secara penuh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.(*)





Senin, 17 Oktober 2016

Ingin Jadikan Penerus Perjuangan Muhammadiyah, PR IPM SMPM 1 Jombang adakan Taruna Melati 1




WARTAMU, JOMBANG  - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( PR IPM) SMP Muhammadiyah (SMPM) 1 Jombang melaksanakan perkaderan resminya yakni Taruna Melati 1 yang dilaksanakan pada 14 s.d. 15 Oktober 2016 di Padepokan Wonosalam Lestari, Wonosalam Kabupaten Jombang.

Perkaderan yang dikemas selama 2 hari 1 malam ini bertema “Membentuk Karakter Kader Cerdas untuk Mewujudkan Pelajar yang Berakhlaq dan Berkemajuan” dengan diikuti oleh kurang lebih 40 peserta Pelatihan Kader Taruna Melati 1 PR IPM SMPM 1 Jombang.

Sulaila Hambali selaku pembina PR IPM SMPM 1 Jombang menjelaskan bahwa agenda ini diperuntukkan untuk mengkader siswa siswi baru di SMP Muhammadiyah.

 “Taruna Melati ini bertea Outbond dan Materi, karena siswa siswi baru yang tergabung dalam PR IPM SMPM 1 Jombang ini berasal dari berbagai latar belakang, sehingga kami menyamakan dulu dengan cara outbond bersama baru kita beri materi pengenalan Organisasi Muhammadiyah dan Ortomnya,” ucap Sulaila.

Anggota baru PR IPM SMPM 1 Jombang perlu didampingi secara intens sehingga maksud dan tujuan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah terwujud.

“Pengurus PR IPM SMPM 1 Jombang akan kami pihak sekolah bersama Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Jombang akan terus menerus mendampingi dan membina secara intens agar tujuan Ikatan Pelajar Muhammadiyah terwujud dan tujuan dari Amal Usaha Muhammadiyah di Bidang Pendidikan untuk mencetak Kader Muhammadiyah berjalan,” Pungkas Sulaila. (*)