Jumat, 30 September 2016

Tapak Suci Jombang Sujud Syukur Atas Medali Emas Eko Febrianto


WARTAMU.COM, JOMBANG - Eko Febrianto sosok pemuda yang beberapa hari ini mulai trending di kalangan Muhammadiyah Jombang, karena prestasinya meraih medali emas cabang olahraga pencak silat di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XIX di Bandung Jawa Barat.

Pimpinan Daerah (PIMDA) 030 Tapak Suci (TS) Putera Muhammadiyah Kabupaten Jombang menginisiasi untuk mengarak Eko Febrianto mengelilingi Kota Jombang.

Ketua PIMDA 030 TS Kabupaten Jombang Hadi Nur Rohmat, M.Pd mengatakan, kita harus mengapresiasi dan mendukung penuh kader kita yang berprestasi di bidang apapun, salah satunya Eko Febrianto yang merupakan kader TS dan juga guru di SMP Muhammadiyah, Jumat, (23/09).

"Kita akan mengadakan agenda Arak-arakan dengan seperti ini, Syiar Muhammadiyah akan ada dan mengenalkan bahwa di Kabupaten Jombang ada putra berprestasi di tingkat nasiona," ucap Hadi Nurohmat, Jumat (30/09)

Ada ceremonial penyerahan kembali atlit dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Jombang ke PIMDA 030 TS Kabupaten Jombang di Gelanggang Olahraga (GOR) Merdeka Jombang.

Arak-arakan ini diikuti oleh seluruh siswa dan kader Tapak Suci di Kabupaten Jombang, dan juga ada latihan bersama di Alun-alun Kabupaten Jombang yang dipimpin langsung oleh Eko Febrianto.

"Nanti akan ada sekitar 500 siswa dan kader Tapak Suci yang mengiringi Eko Febrianto mengelilingi Kota Jombang, juga akan ada Sujud Syukur dan Latihan Bersama di Alun-alun Kabupaten Jombang," kata Hadi Nurohmat.

Puncak acara ini berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Jombang dengan gerak jalan bersama 500 siswa dan kader Tapak Suci menuju Gedung Dakwah Muhammadiyah Jombang dan disambut oleh Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Kabupaten Jombang, Ir. Abdul Malik dan jajarannya, M.Pt dan juga Perwakilan Organisasi Otonom Muhammadiyah Tingkat Daerah. (*)

Kamis, 29 September 2016

Pidato Din di depan Tokoh Agama Dunia, Romo Benny: Upaya Pak Din dalam Rangka Terapkan Pancasila


WARTAMU, JAKARTA – Pidato Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Prof Din Syamsuddin di hadapan para tokoh dunia dalam acara Dialogue on Religion and Culture, di Assisi, Italia, pada 20 Sep 2016 lalu menuai banyak apresiasi.

Dialog yang diprakarsai Komunitas Santa Egido, sebuah ormas orang awam Katholik sedunia itu dihadiri oleh para tokoh berbagai agama, Paus Fransiscus, Wakil Syaikh Al-Azhar, Sekjen Dewan Gereja Sedunia, dan Patriach Gereja-gereja Ortodoks Kristen, serta tokoh-tokoh Buddha, Hindu, dan lain-lain termasuk Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Pidato Din Syamsuddin yang menyampaikan tentang pesan-pesan damai Islam itu diapresiasi Sekertaris Dewan Nasional Setara Institute Romo Benny Susetyo. Romo Benny menyebut, kerukunan umat beragama di Indonesia memang seharusnya menjadi contoh bagi dunia Internasional. Dikarenakan kerukunan Indonesia dibangun atas dasar Pancasila.

“Upaya di lakukan pak Din syamsudin dalam rangka menerapkan nilai pancasila. Mendorong negara hadir menjaga kemajemukan dan kebersamaan sudah lama menjadi cara berpikir bertindak bernalar bangsa ini,” ujar Romo Benny, pada Kamis (22/9).


Menurut Romo, Indonesia tak secara instan menjadi negara yang toleran. Sebab, sikap toleran Indonesia dipupuk lewat landasan Pancasila yang penuh filosofi. Keberadaan nilai-nilai Pancasila sebagai kekuatan pemersatu bangsa harus terus dirawat dan dihidupkan dalam kehidupan berbangsa.
“Pancasila menyatukan perbedaan karena Pancasila kekuatan kita sebagai bangsa yang plural. Dia (Pancasila) menjadi pondasi rumah bersama meskipun berbeda agama, etnis, ideologi serta warna kulit disatukan oleh kesadaran yang sama. Ini di puji Paus Fransiskus bangsa ini memiliki pancasila,” tuturnya.

Romo Benny setuju dengan pidato Din yang memaparkan tentang pentingnya menjaga perdamaian. Termasuk pesan bahwa semua agama sebenarnya membawa nilai perdamaian. Romo Benny juga mengakui bahwa Din merupakan tokoh muslim yang berupaya mewujudkan perdamaian bagi dunia, tidak hanya dalam lingkup Indonesia.

“Ditekankan penting agama menghentikan kekerasan dan berupaya menciptakan dunia beradabab. Kerukuan di Indonesia dipuji oleh Paus Fransiskus, Indonesia menjadi contoh bangsa lain,” papar Romo Benny. (*)

Sumber : http://suaramuhammadiyah.id

Adakan LDK, IPM MEC Mojoagung Utamakan Kekompakan


WARTAMU.COM, JOMBANG – Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) merupakan agenda pelatihan/perkaderan awal sebuah Organisasi Kesiswaan di sekolah. Salah satunya SMA Muhammadiyah 2 (SMAM 2) dan SMK Muhammadiyah 3 (SMKM 3) Jombang.

Digawangi oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMAM 2 dan SMKM 3 Jombang, mereka biasanmenyebutnya PR IPM MEC (Muhammadiyah Education Center) Mojoagung.

LDK ini bertajuk seperti Pelatihan Kader Taruna Melati 1 (PKTM 1) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang merupakan perkaderan resmi di IPM, dilaksanakan pada 23 – 25 September di Villa Al Faried Wonosalam Jombang berharap PR IPM MEC dapat menjalankan amanah yang lebih baik dan dapat mewujudkan visi dan misi IPM. 

Dwi Widiasih selaku Ketua Umum PR IPM MEC periode 2015/2016 mengatakan, LDK tahun ini periode 2016/2017 sangat seru, banyak pengalaman baru dari LDK ini, banyak kesan dan pesan yang kita semua rasakan. LDK tidak hanya menerima materi namun dapat membangun sebuah kebersamaan, kerjasama, berbagi, dan masih banyak lagi. Setiap tahunnya LDK pasti ada perkembangan, perubahan dari sudut tempat, suasana, dan anggotanya. 

Alhamdulilah LDK periode ini sangat berkesan suka dan duka pasti ada di setiap harinya,di setiap acaranya di tambah lagi dengan suasana hujan yang mendorong suasana semakin seru dengan bernyanyi bersama senior dan junior bergabung menjadi satu,” ucap Widiasih.

LDK ini cukup menantang untuk para panitia yang mayoritas perempuan,disitu kita dituntut untuk mandiri dan kita belajar brsama dalam semua urusan walau jumlah kita hanya sedikit. Dengan dibantu Dewan Guru SMAM 2 dan SMKM 3 Jombang, dan juga Alumni Agenda LDK ini berjalan lancar.

“Alhamdulillahwalau jumlah kita nggak banyak tapi kita mampu untuk segala urusan. Dengan kerja keras, kekompakan, bantuan alumni dan juga para guru atas izin Allah kita berhasil untuk melaksanakan LDK ini, tak lupa juga untuk para junior atau peserta LDK yang cuku bersemangat, mereka sangat kompak walau ada sedikit halangan tetapi tidak meruntuhkan semangat mereka untuk LDK,” ucap Eka Merinda selaku ketua panitia LDK.

Ketua Umum PR IPM MEC Mojoagung 2016-2017 Alfano Putra Geofani mengatakan LDK Tahun ini seru, penuh dengan keceriaan dan banyak hal yang tidak terduga.

Semoga LDK tahun ini bisa memberI kita semangat dan motivasi agar periode kami bisa menjalankan amanah dengan baik dan kami berterimakasih kepada bapak,ibu guru, panitia, aumni, dan PD IPM yang telah memberikita materi dan semangat dalam menjalankan Organisasi ini,”pungkas  Alfano. (*)

Selasa, 27 September 2016

Pelajar Jatim Harus Mampu Mendorong Kemajuan Bangsa


WARTAMU, JOMBANG - Sungguh memperihatinkan. Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang di era ini memang sangatlah membantu meringankan pekerjaan manusia, namun disisi lain kecepatan perkembangannya memiliki efek yang luar biasa. Terutama dalam perkembangan kehidupan pelajar saar ini. Semakin pelajar dimudahkan oleh teknologi semakin tergerus juga moral pelajarnya. nampaknya pelajar belum mampu menguasainya dengan baik sehingga efeknya pada gradasi moral pada dirinya.

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur (Jatim) mengajak para pelajar di Jawa Timur untuk kembali mengevaluasi diri, agar bisa mengontrol diri untuk berbuat pada hal yang positif serta dapat berkontribusi untuk kemajuang bangsa melalui sekolah kebangsaan yang diadakan pada hari ini, Minggu (25/9).

Sebanyak tiga pembicara yang hadir pada pagi tadi. Tiga pembicara tersebut adalah Faisol Taselan dari Media Indonesia, Drs. Ec. Jonatan Judyanto, MMT. dan Suli Da'im, S.pd, M.M. yang merupakan Wakil Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur yang sekaligus ketua Lembaga Hukum dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.

Dalam Sekolah Kebangsaan tersebut, Drs. Ec. Jonatan Judyanto, MMT mengatakan bahwa, "Kita harus menyiapkan pelajar menjadi agen perubahan." Ujarnya. Dia melanjutkan bahwa bangsa ini butuh anak muda yang jujur tegas penuh semangat. Bangsa yang tidak  membeda-bedakan kan agama etis dan ras.

Dia menyampaikan bahwa, "Kita harus memiliki cara pandang yang sama tentang indonesia maka wawasan kebangsaan harus di perluas." Ungkapnya. Dari situlah akan muncul semangat kebangsaan dalam diri para pelajar. Semangat itu harus ditumbuhkan dari dalam diri pelajar karena nasionalisme dan wawasan kebangsaan pelajar di Indonesia saat ini sudah dianggap sampai pada lampu kuning, artinya dikhawatirkan.

Pria yang memiliki jabatan sebagai kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim ini juga meparkan penjelasannya di didapan puluhan pelajar jatim bahwa apapun yang dilakukan pelajar muhammadiyah akan menjadi pelajar yang baik. Akan menjadi pelajar yang hebat untuk bangsa dan negara, sehingga selalu tumbuh sikap dari pelajar muhammadiyah untuk mengukir prestasi.

Tidak jauh berbeda dengan Jonatan Judyanto, Suli Daim menjelaskan, bahwa "Pelajar adalah penentun perubaha bangsa ini, pelajar adalah generasi terdidik. Pelajar adalah mereka yg belajar menimba keilmuan dan harapannya adalahnuntuk penentu kemajuan bangsa 20 hingga 30 tahun kedepan." Ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa harus ada kepedulian, ada keinginan serta harus ada keterlibatan. Bagaimana pelajar itu mampu memberikan ruang pendidikan kepada masyatakat, terhadap kebangsaan ini. "Kalian adalah bagian dr sistem yg akan memenentukan arah kedepan." Ujarnya.


Kaum muda adalah kaum yang kritis dan bebas. bebas melakukan apa sajah. Dia juga mengingatkan bahwa, tantangan anak muda saat ini sangatlah deras. Sehingga ada empat tanggungjawab yang harus dikerjakan yakni sebagai agen Pelopor, Agen of sosial control,  Agen of develoment, dan  Agen of change.

Berbeda dengan kedua pemateri sebelumnya, Faishol Taselan yang memiliki latar belakang sebagai orang media, menjelasakan pandangan pemuda dalam berkontrbusi untuk kemajuan bangsa melalui sosial media (sosmed). Menurutnya, dari pada pelajar menggunakan sosmed untuk membully atau hanya untuk memamerkan dirinya melalui selfi akan lebih baik pelajar menggunakan medsosnya untuk pamer prestasi sehianga dapat menginspirasi.

Sosial media adalah alat yang penting sehingga butuh pengelolaan yang bagus untuk dapat mendukung kemajuang bangsa ini. Jika pengguna sosial media banyak yang cerdas maka disitulah tercermin bahwa pelajar sudah mampu memberdakan mana yang baik dan nama yang tidak baik.

"Wawasan khususnya dikalangan pelajar saat ini mengalami penurunan, jadi pelajar harus mampu mendongkrak lagi semangat untuk mengembangkan wawasan kebangsaan dengan mengetahui sejarah, perkembangan negara dan tokoh-tokoh perjuangan serta update informasi." Tuturnya. (novi)

Didampingi KPU, IPM SMP Muhammadiyah 1 Jombang Adakan Musyran



WARTAMU, JOMBANG - Selasa 27 September 2016 menjadi hari yang sangat ditunggu oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 1 (SMPM 1)Jombang, karena pada hari itu adalah puncak dari Musyawarah Ranting (Musyran) periode 2016/2017. 
Acara dimulai dengan penyampaian visi dan misi dari setiap calon Ketua Umum PR IPM SMPM 1 Jombang periode 2016/2017, mereka adalah Alif Raihan Rahman; Tsabitah Daffa’ Aulia; Farhan Hanif Athoulloh dan Annisa Ambar Fajrin. 

Mereka diberikan waktu masing masing untuk menyampaikan visi dan misinya, terlihat sangat antusias dan sangat bersemangat dalam penyampaiannya. Disambung dengan sambutan Kepala Sekolah, Ibu Shoffatien Junaidah, S.Pd yang menekankan pada transformasi kader harus lebih progresif dalam terciptanya pelajar yang berkemajuan.

Dilanjutkan dengan sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, para siswa siswi SMP Muhammadiyah 1 Jombang sangat senang dan bersemangat ketika mendengarkan arahan dari KPU. 

Kita harus berperan aktif partisipatif dalam Pemiliu, maka dengan adanya agenda ini (Musyran/pemilhan ketua umum) sangat perlu bagi pembelajaran pemilu” ucap Drs. M. Fathoni  Perwakilan KPU Kabupaten Jombang

Setelah arahan dan sosialisasi dari KPU dilanjutkan dengan pemilihan ketua umum PR IPM SMPM 1 Jombang secara coblosan. Selama berjalannya pemilihan, komisioner KPU mengawasi dan memberikan arahan langsung terhadap proses pemilihan. 

“Ini pembelajaran yang sangat efektif daripada teori diruangan” ucap AW. Burhan Abadi, SE selaku komisioner KPU Kabupaten Jombang. 

Pemilihan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam, maka dilakukanlah penghitungan suara. Akhirnya terpilihlah Farhan Hanif Athoulloh menjadi Nahkoda baru PR IPM SMPM 1 Jombang periode 2016/2017. 

“Bismillahirrohmanirrohim, saya akan melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baik mungkin” ucap Hanif pada saat sambutan ketua terpilih.(*)

Kontributor : Abu Dardak